Salah satu keputusan paling penting untuk pemilik kedai motor, kereta terpakai, atau elektrik adalah: patutkah anda tawarkan in-house financing (Loan Kedai), atau biarkan bank uruskan financing? Setiap pilihan ada kebaikan dan keburukan. Artikel ini akan banding kedua-dua secara mendalam.
Pilihan 1: Bank HP (Loan Bank)
Customer apply HP melalui bank/finance company. Kedai dapat full payment dari bank dalam masa 1-2 minggu, customer bayar bank monthly.
Kebaikan
- Cash flow cepat — duit jualan masuk dalam 1-2 minggu
- Tiada risiko default — bank tanggung
- Tiada paperwork untuk follow-up customer
- Tiada perlu sistem khas
Kelemahan
- Approval rate rendah — ~30% untuk kedai motor
- 7 dari 10 customer reject = lost sales
- Anda jual barang sahaja, tiada interest income
- Bank dapat keuntungan interest (15-20% setahun)
- Tiada loyalty customer — relationship dengan bank
Pilihan 2: Loan Kedai (In-House Financing)
Anda jadi "bank" untuk customer. Customer bayar ansuran terus pada anda. Anda dapat keuntungan interest, tapi tanggung risiko default.
Kebaikan
- Approval rate tinggi — ~85% (anda decide kriteria)
- Sales naik 2-3x kerana lebih ramai customer lulus
- Double income — untung jualan + untung interest
- Interest income biasanya 15-25% setahun
- Customer loyalty tinggi — relationship dengan kedai
- Boleh upsell/cross-sell kepada customer existing
Kelemahan
- Cash flow ketat — duit terikat 12-36 bulan
- Default risk — perlu sistem follow-up yang baik
- Compliance HPA Act 2026
- Repossession kompleks (perlu dokumentasi court-ready)
- Perlu modal kerja yang lebih tinggi
- Perlu sistem software (seperti GreenFlow)
Mana Lebih Untung? Contoh Pengiraan
Andaikan kedai motor jual motor RM 8,000 (cost RM 6,500). Mark up margin RM 1,500 (~23%).
Scenario A: Bank HP
- Profit per motor: RM 1,500 (margin sahaja)
- Customer eligible: 30% sahaja
- Untuk jual 10 motor, anda perlu 33 prospek
- Total profit: RM 15,000 (10 motor × RM 1,500)
Scenario B: Loan Kedai (24 bulan, 10% reducing)
- Profit per motor: RM 1,500 (margin) + RM 800 (interest 24 bulan)
- Customer eligible: 85%
- Untuk jual 10 motor, anda perlu 12 prospek
- Total profit: RM 23,000 (10 motor × RM 2,300)
- Profit naik ~53% berbanding Bank HP
Strategi Hybrid: Kedua-duanya
Banyak kedai motor moden guna strategi hybrid:
- Customer dengan slip gaji & CCRIS bagus → Bank HP (cepat, tiada risiko)
- Customer self-employed atau urgent → Loan Kedai (anda untung lebih)
- Strategi ini maximize sales dan keuntungan
Kesimpulan
Loan Kedai memberi keuntungan lebih tinggi tapi memerlukan sistem yang baik. Untuk kedai motor atau kereta yang dah ada modal kerja yang cukup dan berani ambil risiko terkawal, In-House Financing adalah jalan untuk meningkatkan keuntungan secara signifikan. Kuncinya adalah sistem yang betul — software yang track setiap ansuran, auto-hantar reminder, dan generate surat tuntutan HPA-compliant.
Berminat untuk start Loan Kedai dengan strategi yang betul? Hubungi HTC Consultancy untuk konsultasi percuma.
Chat on WhatsApp